Wednesday, April 16, 2014

Karyawan Ngambek, Sebuah Tantangan Pengusaha

Salah satu persoalan kecil yang kerap terjadi dalam usaha skala kecil menengan adalah ngambeknya karyawan. Kejadian itu tidak terjadi sesekali, tapi berulang kali. Masalanya pun--kalau dipikir-pikir--juga tidak serius. Urusan sepele. Bahkan, terkadang urusan yang seharusnya menjadi hak pimpinan untuk mengatur job discription. Karyawan bisa ngambek, karena tidak mendapat sebuah tugas tertentu yang diharapkannya. 

Patut dimaklumi kejadian tersebut sering terjadi. Rata-rata karyawan (penjahit) adalah lulusan SD-SMP. Salah satu contoh ialah, penjahit ngambek gara-gara saya membeli sebuah mesin over deck baru. Mesin over deck tersebut memang saya beli guna memebuhi kebutuhan produksi yang terkadang tidak tercukupi dengan kapasitas mesin yang ada. Mesin-mesin yang lama masih bagus dan lancar dipakai. Nah, mesin baru tersebut saya alokasikan untuk seorang karyawan lain (yang lumayan baru--sekitar setahun). Bukan untuk karyawan petugas over deck lama. 

Melihat kejadian itu, si karyawan pemegang over deck lama itu ngambek. Bahkan sampai tidak masuk kerja 3 hari. Saya hanya bisa tertawa kecil melihat kelakuan seperti itu. Butuh kesabaran dan kerendahan hati untuk mengembalikan kebersamaan dalam bekerja yang selama ini terjaga dengan baik. 

Total Pageviews