Monday, April 23, 2012

Konveksi di Tritunggal Babat

Menjelang pemilu berkah tersendiri bagi pengusaha sablon. Salahnya satunya di Desa Tritunggal, Kecamatan Babat, Lamongan. Bila sehari-hari biasa menerima order pesanan kaos dari instansi atau sekolah, kini mereka kebanjiran order pembuatan atribut para caleg.

Omzetnya pun melonjak tajam dari Rp 400 juta hingga Rp 500 juta per bulan, kini menjadi Rp 6 miliar per bulan. Hal itu dialami pengrajin sablon asal Desa Tritunggal, Wahyudi. Dia kini dijuluki raja kaos dari Lamongan karena pesanan terus mengalir tiap harinya.


Banyaknya pesanan, membuat Wahyudi memberikan order ke desa-desa lain. Pasalnya, 30 pekerjanya tak mampu menyelesaikan sendiri. Rumah Wahyudi selalu menjadi jujugan calon legislatif, calon bupati, calon gubernur hingga calon presiden Timur Leste.

"Sehari-hari saya biasa menggunakan 10 orang, tapi kalau ramai order ada 30 pekerja yang membantu saya. Tapi order itu tidak saya order sendiri, selalu saya berikan ke pengrajin desa lain," kata Wahyudi kepada detiksurabaya.com di rumahnya, Jumat (13/2/2009).

Dia mengaku, hampir seluruh pengrajin di desanya selalu mendapat prder darinya sesuai kemampuan. Wahyudi hanya memberi foto dan logo partai saja. Sedangkan sesain dan warna diserahkan sepenuhnya pada produsen.

"Hampir semua order untuk pengrajin di desa ini dari saya. Selain sablon kaos, ada atribut parpol untuk pilleg 2009," terangnya.

Wahyudi menambahkan, peningkatan produksi mendekati pileg bisa mencapai 10 ribu kaos per hari. Namun bila hari-hari biasa, dirinya hanya memproduksi 200 kaos.

"Menjelang pileg dalam tiap bulan bisa memproduki hingga 1 juta kaos," terangnya.

Pria yang sudah membangun kariernya sejak 2004 lalu mengaku memilih membuat kaos untuk partai politik, bermula mengerjakan pesanan seorang teman yang menjadi calon legislatif di Kalimantan.

Rupanya, kualitas produksi yang bagus dan kecepatan pengerjaan menjadi andalan Wahyudi untuk memuaskan para pemesan. Kini dia tak perlu lagi susah-susah dalam pemasaran, karena namanya sudah tekenal hingga ke luar Jawa. (fat/fat)

No comments:

Post a Comment

Total Pageviews